MOKSABUSI

Apa itu Moxibustion: Gambaran Umum, Manfaat, dan Hasil yang Diharapkan

Apa itu Moxibustion?

Moxibustion adalah teknik kesehatan tradisional dengan menggunakan akar-akaran dari Tiongkok. Moxibustion memanfaatkan terapi panas alami yang berasal dari tumbuhan mugwort kering, yang menghasilkan moksa ketika dibakar di dekat permukaan kulit. Panasnya dipercaya membantu mengusir penyakit pada tubuh. Tumbuhan tersebut dikenal untuk mempercepat penyembuhan dan telah digunakan di Asia selama ribuan tahun karena manfaatnya untuk kesehatan. Beritanya menyebar dan penggunaanya meluas tidak hanya ke Tiongkok, tetapi juga ke Jepang, Vietnam, Korea, dan bahkan Mongolia. Mugwort juga dikenal sebagai Artemesia Vulgaris atau “ai ye” di Tiongkok, dan diketahui dapat meningkatkan sirkulasi darah, terutama di daerah panggul dan rahim. Sehingga, tumbuhan ini lebih bermanfaat bagi wanita.

Siapa yang Harus Menjalani Moxibustion & Hasil yang Diharapkan

Berdasarkan penggunaannya dalam pengobatan tradisional Tiongkok, moxibustion dapat menyembuhkan banyak masalah kesehatan seperti berikut:
  • Flu – Moksa dan panas terapeutik yang dihasilkannya diketahui dapat membantu menghilangkan dingin dari tubuh.
  • Kehamilan sungsang – Moxibustion dipercaya untuk membantu mengembalikan posisi kepala bayi yang sungsang agar berada di posisi normal (bawah) selama kehamilan, dan mencegah komplikasi saat melahirkan. Penelitian membuktikan metode terapeutik ini memiliki kesuksesan sebesar 75% dalam mengatasi sungsang. Hal ini dilakukan dengan menggabungkan moksa pada acupoint (alat akupuntur) di dekat kandung kemih.
  • Nyeri datang bulan – Ketika digabungkan dengan akupuntur, moksa juga dikenal untuk mengurangi nyeri datang bulan dengan efektif.
  • Meredakan nyeri karena cedera, keseleo, dan otot tegang.
  • Meredakan nyeri artritis dan tendonitis
  • Masalah pencernaan
  • Gerakan usus besar yang tidak teratur
  • Tangan dan kaki lembab
Penelitian eksperimental terbaru juga menghubungkan metode ini dengan lebih banyak manfaat kesehatan, termasuk:
  • Pengobatan asma
  • Pengobatan kolitis ulseratif
Disamping mengobati masalah kesehatan tertentu, moxibustion juga dipercaya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Moxibustion dapat membantu memulihkan kekuatan tubuh dan memperlambat proses penuaan. Selain itu, juga terbukti bermanfaat untuk para paruh baya dan lanjut usia, terutama untuk menjaga kesehatan limpa, lambung, dan ginjal.
Moxibustion sering dilakukan bersama akupuntur, saat dianggap penting ataupun aman bagi kondisi atau diagnosis pasien. Hampir semua praktisi berpendapat, bahwa efek dari kedua terapi akan meningkat bila digunakan bersamaan. Tetapi kebanyakan akupuntur dilakukan hanya di klinik, sedangkan moxibustion dapat dilakukan bahkan di rumah pasien, selama ada ventilasi udara yang baik.

Cara Kerja Moxibustion

Moxibustion dilakukan oleh ahli akupuntur yang berkualitas dan praktisi kesehatan, yang menyelesaikan program gelar dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Praktisi moxibustion tidak diatur oleh badan lisensi atau akreditasi. Tetapi di beberapa negara, hanya yang memiliki izin akupuntur yang dapat melakukan moxibustion.
Teknik ini dipercaya bekerja dengan memanaskan daerah tertentu pada tubuh, yang disebut titik meridian (jalur energi), konsep yang mirip seperti titik akupuntur. Tujuannya adalah untuk merangsang sirkulasi dan membuat aliran darah lebih bebas. Konsep kuno Tiongkok percaya bahwa panas akan menambah “kurangnya energi Yang”, yang menyebabkan flu dan masalah lain pada tubuh.

Bagaimana Moxibustion Dilakukan

  • Moxibustion langsung – Pada cara ini, sedikit moksa diletakkan dan dibakar di atas titik kunci akupuntur pada tubuh. Prosesnya bisa dengan luka atau tanpa luka. Pada mosibusi langsung dengan luka, moksa dinyalakan dan dibiarkan terbakar seluruhnya sehingga menyebabkan bekas luka dan melepuh setelah kulit sembuh. Dengan teknik langsung tanpa luka, moksa akan dipadamkan atau diambil agar tidak menyebabkan kulit terbakar. Bagaimanapun juga, kedua teknik ini menimbulkan sensasi penyembuhan yang menembus kulit. Bahkan, beberapa pendukung terapi ini yakin bahwa teknik dengan luka akan lebih efektif.
  • Moxibustion tidak langsung – Teknik ini lebih terkenal karena lebih aman daripada teknik langsung. Moxibustion dilakukan dengan memegang batang moksa yang terbakar dan diarahkan ke daerah yang membutuhkan pengobatan. Batang moksa diarahkan ke atas kulit (tidak menyentuh kulit) untuk beberapa menit sampai warna kemerahan terlihat. Pada variasi lain dalam teknik ini, moksa akan ditaruh pada jarum akupuntur, yang dimasukkan ke acupoint sehingga moksa tidak akan mengenai kulit.
  • Batang moksa – Ini merupakan teknik moxibustion moderen. Ini dilakukan dengan menaruh sedikit moksa yang digulung pada kardus penghalang, dan kemudian dinyalakan sebelum diletakkan langsung ke titik moksa.
  • Wol Moksa – Pada teknik ini garam diletakkan di pusar pasien, wol moksa dibuat menjadi kerucut dan diletakkan di atas garam. Ukuran wol moksa beragam, tergantung pada kondisi pasien.
Pasien diharapkan dapat langsung merasakan sensasi panas tiba-tiba yang terpancar pada arah tertentu, tergantung pada tujuan dan lokasi daerah yang diobati. Sensasi panas yang tiba-tiba ini dipercaya sebagai kehadiran ‘chi’, menandakan kemampuannya untuk bergerak bebas melalui saluran yang tepat pada tubuh.
Para ahli berpendapat bahwa terapi moxibustion harus berlangsung setidaknya 3-5 menit, dan tidak boleh lebih dari 15 menit. Semakin serius penyakitnya, harus semakin lama prosesnya. Sesi yang lebih lama digunakan hanya untuk pengobatan pada penyakit tertentu, sedangkan sesi yang lebih cepat digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. Pada musim panas, lama prosesnya juga harus diperpendek karena pengaruh iklim pada suhu tubuh.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Moxibustion

Walaupun penggunaan moksa terbukti aman digunakan selama bertahun-tahun dalam pengobatan Tiongkok, moxibustion tidak disarankan untuk semua orang dan harus digunakan sesuai tujuan yang sudah dikenal.
Kemungkinan komplikasi lainnya adalah masalah pernapasan yang muncul karena menghisap asap moksa. Tumbuhan tersebut menghasilkan banyak sekali asap dan menyebabkan bau yang tajam. Untuk sebagian pasien mungkin hanya terasa sedikit tidak nyaman, namun bagi pasien yang memiliki masalah pernapasan akan terasa sangat mengganggu. Untungnya, saat ini telah tersedia batang moksa tanpa asap, yang menjadi pilihan alternatif ketika mengobati pasien yang sensitif terhadap asap dan bau tajam. Walaupun masih cukup efektif, masih banyak yang lebih memilih ‘moksa yang sebenarnya’, yang terbuat dari mugwort (yang menghasilkan banyak sekali asap) karena dipercaya lebih efektif. Banyak klinik yang mengatasi asap dan bau tajam tersebut dengan menggunakan sistem penyaringan udara
 
Support : Creating Website | CROWN DESIGN | Design by Novel Chairul
Copyright © 2011. Ruqyah Bekasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by CROWN DESIGN
Proudly powered by Blogger